Selasa, 28 Mei 2013

Manusia sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan insan politik

Kodrat manusia meliputi manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, manusia sebagai makhluk monodualis, serta manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, manusia tidak mungkin dipisahkan dengan manusia lain.

Sebagai makhluk individu
Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualis, artinya disamping sebagai makhluk pribadi sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk individu (pribadi) berarti manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari unsur rohani dan jasmani yang tidak dapat dipisahkan dengan kesatuan jiwa dan raga (individu). Manusia juga diberi potensi atau kemampuan (akal, pikiran dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya.

Sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai zoon politicon atau manusia merupakan makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya, seperti dikatakan oleh Aristoteles (384-322 SM).

Status makhluk sosial melekat pada setiap pribadi manusia karena dalam status individu, manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dan dibutuhkannya. Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia perlu bantuan atau kerja sama dengan orang lain.

Sebagai insan politik
Manusia adalah elemen pokok yang melaksanakan aktivitas politik kenegaraan, baik sebagai aktor utama maupun sebagai objek tujuan.

Negara, sebagai suatu organisasi merupakan satu sistem politik yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut setiap insan politik harus dapat menunjukkan partisipasinya dalam kegiatan yang berkaitan dengan warga negara pribadi (private citizen) yang bertujuan untuk ikut mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar