Minggu, 24 Februari 2013

Jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan tulang dan jaringan otot

Jaringan epitelium merupakan salah satu jaringan utama pada tubuh hewan dan manusia. Berdasarkan bentuk selnya, jaringan epitelium dibedakan atas epitel selapis dan epitel berlapis banyak.

Jaringan ikat sering disebut juga dengan jaringan penyokong atau penyambung. Jaringan ikat terdiri dari sel-sel jaringan ikat dan matriks. Sel-sel jaringan ikat berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi: fibroblas, makrofag, sel tiang, dan sel lemak. Matriks tersusun atas serat-serat dan bahan dasar. Serat terdiri atas: serat kolagen, serat elastin, dan serat retikuler. Bahan-bahan dasar penyusun matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat.
Jenis-jenis jaringan ikat:
1.    Jaringan ikat longgar
2.    Jaringan ikat padat
a.    Jaringan ikat padat teratur
b.    Jaringan ikat padat tidak teratur.

Jaringan tulang
Tulang merupakan alat gerak pasif, jaringan tulang berfungsi sebagai penyokong atau penopang tubuh. Tulang ada dua macam, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Matriks jaringan tulang rawan adalah kondrin yang terdiri atas mukopolisakarida dan fosfat. Sedangkan matriks interseluler jaringan tulang terdiri atas endapan garam mineral (kalsium fosfat, kalsium karbonat, magnesium klorida, kalsium klorida).
Ada tiga jenis tulang rawan, yaitu:
1.    Tulang rawan hialin
2.    Tulang rawan elastis
3.    Tulang rawan fibrosa.
Tulas keras (eston) berfungsi sebagai penyokong tubuh, sebagai alat gerak dan pelindung organ-organ dalam.

Jaringan otot terdiri dari sel-sel yang mampu menggerakkan bagian tubuh. Tubuh bisa bergerak dengan kontraksi dimungkinkan karena sel otot mengandung protein, yaitu aktin dan miosin.
Jaringan otot dibedakan menjadi:
1.    Jaringan otot polos
2.    Jaringan otot lurik
3.    Jaringan otot jantung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar