Selasa, 26 Februari 2013

Berbagai pola gerakan udara dan kaitannya dengan kehidupan

Udara bersifat diatermal, artinya dapat melewatkan panas matahari. Setelah panas matahari sampai ke permukaan bumi, panas ini digunakan bumi untuk memanasi udara di sekitarnya. Dalam memanasi bumi, matahari menempuh dua macam cara, yaitu:
1)    Pemanasan secara langsung, yaitu dengan cara pancaran (radiasi)
2)    Pemanasan dengan cara tidak langsung, yaitu dengan cara konduksi, konveksi, turbulensi, dan adveksi.

Akibat dari adanya gerakan udara menyebabkan daerah yang paling rendah mendapatkan paling banyak panas. Hal ini menyebabkan daerah pantai lebih panas suhunya jika dibandingkan dengan daerah pegunungan.

Pemanasan secara tidak langsung olah udara diantaranya dengan cara:
1.    Konveksi, adalah pemanasan udara vertikal. Dengan adanya gerakan udara secara vertikal, udara diatas yang belum panas akan menjadi panas karena pengaruh udara di bawahnya. Dalam hal ini, zat penghantar panasnya mudah bergerak seperti udara, gas, air, dan sebagainya.
2.    Adveksi, adalah penyebaran panas secara horisontal (mendatar). Hal ini menyebabkan daerah yang tidak terkena panas menjadi panas akibat gerakan adveksi seperti panas di ruangan, dan sebagainya.
3.    Turbulensi, adalah penyebaran panas secara berputar-putar. Ini biasa terjadi di sekitar gedung bertingkat atau di daerah berbukit-bukit.
4.    Konduksi, adalah pemanasan udara secara kontak atau bersinggungan atau melalui suatu perantara (konduktor). Udara yang dekat dengan permukaan bumi akan menjadi panas karena bersinggungan dengan bumi yang menerima panas langsung dari matahari. Dalam hal ini bumi dan udara merupakan media penghantarnya serta molekul zat penghantar tidak bergerak atau diam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar