Kamis, 28 Februari 2013

Apresiasi karya seni rupa

Sikap apresiatif adalah sikap untuk menghargai, mengagumi, memahami, menikmati, dan memberikan penilaian serta penafsiran hasil karya seni rupa.

Dalam penilaian atau menilai hasil karya seni rupa, ada dua cara, yaitu:
1.    penilaian subjektif, yaitu penilaian yang didasarkan atas perasaan suka dan tidak suka menurut selera pribadi.
2.    penilaian objektif, yaitu penilaian yang didasarkan oleh pengolahan bathin yang didukung oleh pengetahuan tentang kaidah-kaidah seni yang dimiliki dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penilaian yang valid adalah penilaian secara objektif.

Kegiatan apresiasi karya seni rupa mempunyai beberapa nilai, yaitu:
1.    nilai feeling (perasaan)
2.    nilai pengamatan
3.    nilai penginderaan.

Tujuan akhir apresiasi karya seni rupa antara lain:
1.    untuk mengembangkan kreasi
2.    untuk mengembangkan estetis
3.    mengembangkan dan penyempurnaan hidup.

Keunikan gagasan
Seorang kreator dalam mendapatkan ide atau gagasannya melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:
1.    rancangan atau desain
2.    penyelesaian atau pelaksanaan.

Macam-macam desain nusantara
1.    ragam hias atau ornamen
Ragam hias adalah sesuatu yang digunakan untuk memperindah bentuk.
Ragam hias antara lain:
a.    motif tanaman
b.    motif alam
c.    motif tubuh manusia
d.    motif garis potong atau tangga
e.    motif kawung
f.    motif untu walang
g.    motif binatang
h.    motif geometris
i.    motif meander
j.    motif anyaman.
2.    ragam hias ukiran
3.    wayang
4.    arsitektur (seni bangunan)
5.    motif batik

keunikan teknik
1.    teknik karya seni rupa dua dimensi
a.    batik
-    teknik cetak (sablon/cap)
-    teknik tulis tradisional
-    menggunakan cetakan
b.    seni grafis atau seni cetak
-    cetak saring atau tembus (stencil print)
-    cetak dasar atau datar (planography print)
-    cetak dalam (intaglio print), yaitu mencetak dengan torehan, irisan dan goresan
-    cetak timbul atau tinggi (relief print), yaitu mencetak dengan cukilan kayu lapis, plastik dan bahan sejenis.

2.    teknik karya seni rupa tiga dimensi
a.    teknik pahat, yaitu mengurangi bagian-bagian bahan sedikit demi sedikit sehingga menjadi bentuk yang diinginkan. Bila yang dikurangi sejenis kulit, disebut teknik sungging
b.    teknik sambung. Teknik ini juga disebut merakit
c.    teknik cetak atau cor. Pembuatan karya dengan bahan cairan yang dimasukkan ke dalam cetakan
d.    teknik plester. Teknik ini disebut juga menempelkan bahan
e.    teknik butsir. Teknik pembuatan karya dengan cara menambah dan mengurangi bahan sehingga menjadi bentuk yang diinginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar