Kamis, 15 November 2012

Ekstrusi magma

Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar ke permukaan bumi dan terbentuklah gunung api (vulkano). Erupsi adalah proses meletusnya gunung berapi, yaitu keluarnya material-material berupa bom, lapili, kerikil, pasir, lahar, lava, dan debu disertai dengan lepasnya berbagai gas ke permukaan bumi.

Bahan-bahan hasil erupsi dapat berupa sebagai berikut:
1.    Benda cair, terdiri atas sebagai berikut:
a.    Lava adalah magma yang telah meleleh di sekitar kepundan.
b.    Lahar adalah lelehan lumpur panas yang berasal dari magma bercampur dengan air.
c.    Lahar hujan adalah aliran lumpur yang terjadi dari bahan eflata yang bercampur dengan air hujan dan dihanyutkan di lereng gunung.

2.    Benda padat (eflata), berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi bom, lapili, kerikil vulkanik, dan abu vulkanik.
3.    Benda berbentuk gas, seperti gas asam arang (CO2), gas belerang (H2S), zat lemas (N2), dan uap air (H2O).

Berdasarkan kekuatannya erupsi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1.    erupsi efusif, adalah erupsi berkekuatan lemah yang ditandai adanya lelehan lava di permukaan bumi.
2.    erupsi eksplosif, adalah erupsi berkekuatan dahsyat yang ditandai adanya semburan butiran-butiran padat (eflata) yang berasal dari magma dan batuan padat di sekitar diatrema.

Berdasarkan lokasinya erupsi dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.    erupsi pusat (sentral), adalah erupsi yang magmanya keluar melalui lubang kepundan (diatrema), erupsi ini menghasilkan gunung api tipe perisai, strato, dan maar.
2.    erupsi celah, yaitu letusan yang melalui celah-celah atau retakan kulit bumi.
3.    erupsi garis, yaitu letusan yang melalui lubang yang sangat luas.

Dilihat dari bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.    Gunung api strato berbentuk seperti kerucut dengan tubuh yang berlapis-lapis. Erupsi yang terjadi pada gunung api strato berupa erupsi efusif dan erupsi eksplosif yang terjadi berulang-ulang dan bergantian.
2.    Gunung api perisai memiliki alas yang luas serta lereng yang landai. Gunung api ini terjadi karena ledakan yang berkuatan lemah (efusif) yang menghasilkan lava cair. Lava ini mengalir di permukaan bumi membentuk lereng yang landai.
3.    Gunung api corong berupa tanggul yang berada di sekeliling danau kawah. Gunung api ini terjadi karena erupsi yang bersifat eksplosif dan hanya terjadi satu kali saja sehingga puncak vulkan hancur dan terlempar jauh.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar