Jumat, 16 November 2012

Diastropisme

Diastropisme merupakan proses pembentukan litosfer berupa pembentukan deretan pegunungan, lipatan, patahan, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, dan sebagainya. Proses ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.    Epirogenesa, yaitu proses pengangkatan atau penurunan permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga geologi. Proses ini biasanya dapat berlangsung dalam waktu sangat lama dan meliputi wilayah yang sangat luas. Selain itu, tanpa disertai gejala patahan atau lipatan.
b.    Orogenesa, yaitu hasil kerja tenaga geologi yang membentuk deretan pegunungan, proses ini biasanya berlangsung dalam waktu yang cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik merupakan salah satu hasil tenaga orogenesa. Dalam proses orogenesa dikenal dua struktur, yaitu:
1.    Lipatan (fold). Gejala lipatan dapat dilihat pada lapisan kulit bumi yang tersingkap oleh kegiatan alam maupun manusia. Terlihat kenampakan litosfer yang berlapis-lapis dan bergelombang, ada bagian yang naik dan turun. Hal tersebut merupakan gejala lipatan. Lipatan terbentuk karena adanya tenaga endogen yang bekerja pada lapisan kulit bumi yang bersifat lentur. Proses terbentuknya lipatan biasanya berlangsung secara perlahan-lahan dan dalam waktu yang lama. Pada lipatan dikenal dua bagian, yaitu bagian yang terangkat disebut antiklinal dan bagian turun disebut sinklinal. Lipatan dibedakan menjadi enam macam, yaitu lipatan tegak, lipatan miring, lipatan menggantung, lipatan isoklinal, lipatan rebah, dan lipatan rebah berpindah menjadi sesar sungkup.
2.    Patahan (fault). Pada lapisan kulit bumi yang bersifat keras jika mendapatkan pengaruh berupa tenaga endogen akan membentuk sebuah patahan. Bidang pergeseran pada patahan dapat berupa posisi horizontal, vertikal dan block mountain. Hal ini sangat bergantung pada besar kecilnya kekuatan serta arah datangnya tenaga endogen. Gejala patahan tidak hanya berada pada satu bidang, tetapi dapat meliputi daerah lebih luas yang disebut zona patahan. Gejala patahan dapat tampak dalam dua bentuk, yaitu horst dan graben. Horst adalah bagian kulit bumi yang terangkat secara vertikal oleh kekuatan tenaga endogen yang didahului oleh sebuah retakan sehingga hubungan lapisan batuan terputus satu dengan lainnya. Horst biasanya memiliki lereng yang curam. Graben adalah bagian kulit bumi yang mengalami penurunan secara vertikal akibat tenaga endogen. Graben dibatasi oleh garis rekahan (fault). Gejala ini pada permukaan bumi dapat dilihat pada sebuah lembah celah atau lembah depresi.

Kunjungi juga: http://matakristal.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar